~ Sharing Is Caring ~

Manusia atau keldai

Posted on: November 16, 2007

Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keldai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan tersengih menyindir, “Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?”

 

Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, “Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia relax di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.”

 

Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berselisih dengan seorang gadis muda. “Mengapa anda berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?”

 

Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lalu di situ. “Binatang malang…., ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang sangat kejam!”

 

Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memikul keldai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa termengah, “Lihat, manusia kaldai memikul kaldai!” sorak mereka.

 

Jika anda berusaha memudahkan semua orang, boleh jadi anda tak akan dapat memudahkan dan menggembirakan siapa pun.

 

Adakah anda kaldai? atau manusia?. Kalau kaldai memang dia tidak banyak kerenahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Add to Technorati Favorites

Kalendar

November 2007
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Sabda Rasulullah s.a.w

"Semua amalan anak Adam digandakan kebaikannya sepuluh kali ganda serupa dengannya hingga tujuh ratus kali ganda, Allah Azza Wajalla berfirman: ” Melainkan puasa, kerana ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya, mereka meninggalkan syahwat dan makanannya kerana-Ku.” Riwayat Bukhari & Muslim

Categories

Top Clicks

  • None

Pengunjung Terkini

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile
My Popularity

Bilangan Pembaca

  • 161,457 orang pembaca

Khazanah

%d bloggers like this: