~ Sharing Is Caring ~

Emas atau kuningan

Posted on: August 4, 2007

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu maka sukar sekali dibezakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari raja, iaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan melaksanakan tugas pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil memuji rajanya. Mereka datang dari semua penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, masa atau tempoh yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.

Para pegawal ditugaskan menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, kerana selalu terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang pengawal bertanya kepada salah seorang rakyat, “apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?”,

Jawab orang itu “tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu”. Lalu tanya pengawal itu lagi “seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu di antara setumpuk emas ini, apakah engkau masih mahu mencarinya, sedangkan waktu sangat terbatas?”. Jawab orang itu lagi “tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku jika waktu hampir habis”.

Lalu pengawal itu berjalan ke sekeliling dan ia menjumpai seorang yang lelaki tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah pengawal itu kepadanya. “hai orang kaya, apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?”. Jawab orang kaya itu “bagiku hidup adalah wang, kalau aku dapat emas ini, tentu itu bererti menambah kekayaanku”.

Kemudian pengawal itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu “mengapa engkau diam disini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?”. Mendengar perkataan pengawal itu, orang ini hanya diam saja, maka pengawal itu bertanya lagi “atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?”. Orang itu masih terdiam, pengawal itu semakin hairan, lalu ia lebih dekat lagi “tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?”.

Sambil menatap pengawal, orang itu menjawab “tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu”. “lalu mengapa engkau tidak cuba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu” tanya prajurit itu lagi. “tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting” jawabnya selamba.

Pengawal ini semakin pelik “mengapa boleh begitu?”,

“bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, kerana kalau saya bekerja, saya memerlukan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas, tuan”. Pengawal tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya “lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil”. “tidakkah engkau dapat mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada masa?” tanya pengawal lagi. “saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan bekerja merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni”.

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata “wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman kerana ia tidak menghargai raja”. Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya.

Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya, raja ingin memberitahu tentang satu hal “dan ketahuilah, bahawa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahawa kamu semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, kerana akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua iaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya”.

Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

Kesimpulan: dalam usaha mencari pasangan hidup………….

1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari jodoh(setengah hari untuk memilih)

Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, ertinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi dengannya tentang pasangan anda.

2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan)

Mungkin pertama kali anda mengenal, si dia nampak macam emas 24 karat, ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 1 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu kalau kita melepaskannya kita akan mendapat yang lebih baik.

Jadi jika dalam tahap ini anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objektif siapa dia (kerana itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati anda bersamanya.

Begitu anda tahu tentang hal terburuk dalam dirinya sebelum anda menikah itu lebih baik, dengan demikian anda tidak merasa shock setelah menikah. Bergantung bagaimana anda menerimanya, anda mampu menerimanya atau tidak, anda mengusahakan perubahannya atau tidak, “cinta selalu berjuang”, dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta anda.

Justru jika dalam tahap ini anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan anda (tidak pernah bertengkar mungkin), anda malah mesti juga berhati- hati, kerana keadaan ini kadangkala adalah hubungan yang tidak sehat, bererti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan anda. Yang terpenting adalah niat baik di antara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya.

Meskipun dalam tahap ini anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, ertinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.

3. Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan)

Dalam tahap ini, siapapun dia bererti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan anda. Jika ini terjadi bererti anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian anda tidak pernah puas dengan diri pasangan anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan.

Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan anda sendiri, jangan khuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau Tuhan pasti akan memperhatikan anda, dan dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah jawapan, sampai bila kita harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi???

Ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia kerana sekali lagi itulah pilihan anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir iaitu waktu untuk memutuskan, setelah itu anda tidak boleh menukar atau menyia-nyiakan emas anda, jadi peliharalah pasangan anda sebagaimana hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi dengan pasangan anda berkomunikasilah dengan Tuhan, kerana dia yang memiliki hati setiap manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Add to Technorati Favorites

Kalendar

Sabda Rasulullah s.a.w

"Semua amalan anak Adam digandakan kebaikannya sepuluh kali ganda serupa dengannya hingga tujuh ratus kali ganda, Allah Azza Wajalla berfirman: ” Melainkan puasa, kerana ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya, mereka meninggalkan syahwat dan makanannya kerana-Ku.” Riwayat Bukhari & Muslim

Categories

Top Clicks

  • None

Pengunjung Terkini

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile
My Popularity

Bilangan Pembaca

  • 161,457 orang pembaca

Khazanah

%d bloggers like this: