~ Sharing Is Caring ~

Pembeli istimewa

Posted on: July 27, 2007

Oleh Konosuke Matsushita

Pada suatu hari, ketika Jepun belum semakmur dan maju seperti sekarang, datanglah seorang peminta sedekah ke sebuah kedai menjual roti dan kueh mueh yang mewah dan bergegas untuk membeli manju (kueh Jepun yang terbuat dari kacang hijau dan berisi inti). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh miskin di kedainya yang mewah. Kerana itu dengan terburu-buru ia membungkus manju itu.

Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si pengemis, muncullah si pemilik kedai itu berseru, “Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya”. Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si pengemis.

Si pengemis memberikan wangnya. Pemilik kedai menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membongkok hormat dan berkata, “Terima kasih atas kunjungan anda”.

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya kepada si pemilik kedai, “Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kueh itu? Anda sendiri belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan manapun. Selama ini saya yang melayani pembeli”.

Si pemilik kedai itu berkata, “Saya mengerti mengapa kau hairan. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku ingin terus menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa … orang kaya-kaya, namun kali ini lain.”

“Mengapa lain,” tanya pelayan.

“Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kueh di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat penting baginya. Kerana itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik kedai sendiri. Itulah mengapa aku melayaninya”, demikian penjelasan pemilik kedai.

Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahawa setiap pelanggan berhak mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan. Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya.

(Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought, dari buku Etos Bisnis dan Etika Manajemen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Add to Technorati Favorites

Kalendar

July 2007
M T W T F S S
    Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Sabda Rasulullah s.a.w

"Semua amalan anak Adam digandakan kebaikannya sepuluh kali ganda serupa dengannya hingga tujuh ratus kali ganda, Allah Azza Wajalla berfirman: ” Melainkan puasa, kerana ia untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya, mereka meninggalkan syahwat dan makanannya kerana-Ku.” Riwayat Bukhari & Muslim

Categories

Top Clicks

  • None

Pengunjung Terkini

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile
My Popularity

Bilangan Pembaca

  • 161,484 orang pembaca

Khazanah

%d bloggers like this: